kaukejar mimpi indahmu
biarpun di saat kau terjaga
masih berbungkus dalam selimut emosimu
mimpi indahmu pantas berlari
meninggalkanmu tercungkap-cungap sendiri
bermandian peluh dan airmata
biarpun lidahmu tidak putus-putus berzikir
kirana... kirana... kirana...
sedangkan matahari sudah meninggi
sang dhuha mula mengintai dari langsir jendelamu
kau masih lagi bermain-main
di pinggir tasik perasaan yang dalam
sedangkan kau masih belum lagi pandai berenang
masih belum dapat mengimbang
antara apungan roh, akal dan hati
aku bimbang engkau kepenatan
dan mati kelemasan
dalam tasik ciptaanmu sendiri
dhuha juga akan sirna
seperti syuruk, subuh, isyak
dan maghrib sebelumnya
bersama sisa mimpi semalam
maka bangunlah
kikis segala jelaga
agar jiwamu
dapat bersinar semula.
herman.mutiara
(10 september 2007)