kusulam rindu
pada lembaran bayu
merentap hijab di hatiku
kulapah amarah
dari pinggan resah
hingga tenang kembali menyerbu
kuuntai manik-manik kalimah
pada bebenang lidah
yang masih lancar berlagu
dan kutatap lampiran wasilah
dengan pakaian ihram jiwa
bersama segenggam rinduresah
diteman memanik dzikrullah
hingga sakinah menyelimutku
terlalu indah.
herman.mutiara
(3 oktober 2001)