di pantai ini
aku ingin mencari
lubang di pepasiran
untuk kubenamkan
kepalaku ini
agar mataku tidak terpandang lagi
setiap peristiwa yang terjadi
bimbang diriku
tidak bisa menggerakkan tanganku
tidak bisa melunakkan lidahku
tidak bisa memacu hatiku
untuk merubah pandangan itu
ingin saja aku lari
menyelamatkan diri sendiri
dari setiap godaan ini
seperti ashabul kahfi
yang bersembunyi
memencil diri
dilindungi Ilahi
lalu aku pun bersungguh-sungguhan
mencari lubang di pepasiran
dan akhirnya kutemui jua
sebuah lubang
tapi sayang
pepasirnya tembus-pandang
segala-galanya jelas terhidang
di depan mata
baru aku sedari diri
aku memang tak bisa lari
dari memikul amanah ini
kerana aku bukan ashabul kahfi
tetapi umat penghulu sekalian Nabi.
herman.mutiara
(25 januari 2008, dikemaskini 5 februari 2008)
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiAllahu anhu, beliau mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda:
“Barangsiapa melihat sesuatu kemungkaran dilakukan di hadapannya, maka hendaklah dia menegahnya dengan tangannya. Jika dia tidak berkuasa, maka hendaklah dia menegahnya dengan lidahnya. Dan jika dia tidak dapat berbuat demikian ini pun, maka hendaklah dia merasa benci di dalam hatinya, dan ini adalah iman yang selemah-lemahnya.”
(hadis diriwayatkan oleh Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah & An-Nasa'i)